Kamis, 29 Desember 2011

Emas ialah unsur kimia dalam jadual berkala yang mempunyai simbol Au (L. aurum) dan nombor atom 79. Emas adalah logam berharga yang dicari-cari untuk syiling, barang kemas dan hasil seni lain sejak zaman dahulu lagi. Logam ini secara asli boleh didapati dalam bentul ketulan nuget atau butir kecil dalam batuan, atau mendapan aluvial. Kadang-kadang ia juga boleh didapati dalam sebatian emas selalunya dengan tellurium. Logam emas adalah padat, lembut, berkilat, dan logam asli yang paling mudah ditempa dan mulur. Emas tulen mempunyai warna kuning terang dan dianggap menarik dan warna ini kekal tanpa mengalami pengoksidaan udara atau air. Emas adalah logam yang dibuat syiling dan berfungsi sebagai simbol kekayaan dan penyimpan nilai sepanjang sejarah manusia. Standard emas telah menyediakan asas untuk dasar kewangan. Ia juga telah dikaitkan dengan pelbagai simbolisme dan ideologi.
Sebanyak 165,000 tan emas telah dilombong dalam sejarah manusia pada tahun 2009.[1] Ini lebih kurang sama dengan 5.3 bilion ons troy atau, dari segi isipadu ialah sekitar 8.500m³. Penggunaan emas baru di dunia adalah sekitar 50% sebagai barang kemas, 40% pelaburan, dan 10% dalam industri.
Walaupun digunakan terutamanya sebagai simpanan nilai, emas mempunyai banyak kegunaan industri moden termasuk pergigian dan elektronik. Emas digunakan kerana daya ketahanan yang baik terhadap pengakisan dan konduktor elektrik yang sangat bagus.
Secara kimia, emas merupakan logam peralihan. Dibandingkan dengan logam lain, emas tulen secara kimianya paling reaktif, mempunyai ketahanan terhadap asid tetapi kurang berkesan terhadap regia aqua asid campuran akua regia yang boleh melarutkan emas. Emas juga larut dalam larutan alkali sianida yang digunakan dalam perlombongan. Emas juga larut dalam merkuri dan membentuk sebatian amalgam. Emas tidak larut dalam asid nitrik, yang boleh melarut logam perak dan logam asas dan sifat ini digunakan untuk mengesahkan kewujudan emas dalam sesuatu benda.

sumber 
http://ms.wikipedia.org/wiki/Emas

The Effect of Temperature to Phosphonate Reaction in Scale Inhibitor at the Oil Fields
Asnawati
Staf Pengajar Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Jember
Abstrak
Salah satu cara untuk menegah formasi kerak pada sumur minyak adalah dengan cara memasukkan inhibitor kerak pada formasi air. Temperatur dari formasi air cukup tinggi untuk mempengaruhi stabilitas dari inhibitor. Oleh karena itu perlu dipelajari bagaimana temperatur bisa mempengaruhi hal tersebut. Dengan tujuan tersebut, tipe dari inhibitor kerak yang digunakan adalah Jet-Cote 592 dan Servo-UCA 301. Inhibitor ini dimasukkan pada formasi air di Pematang dan Bekasap Selatan. Untuk menentukan kandungan fosfat dan fosfonat di dalam inhibitor kerak di gunakan metode asam askorbat dengan Spektrometer. Hasil menunjukkan bahwa temperatur mempengaruhi perubahan fosfonat, hal ini akan menjadi semakin tinggi ketika temperatur dinaikkan. Perubahan fosfonat yang berasal dari sumur minyak Bekasap Selatan dan Pematang menunjukkan formasi air adalah 5,99% dan 8,36% untuk Servo-UCA 301, 6,13 dan 8,24 untuk Jet-Cote 592.
Kata Kunci: temperatur, suhu, fosfonat, inhibitor kerak, spektrometri, temperature, phosphonate, scale inhibitor, spectrometry

Rabu, 28 Desember 2011

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF INTERNET BAGI PELAJAR



Oleh : Khoirul Ngibad
Abstract
            Development of the era make the development of more advanced Internet technology. Internet (Inter-Network) is a network of computers connected internationally and spread all over the world so that it can be used as a means to communicate and exchange information. Thus, Internet technology is very influential in the lives of the various countries of the world community especially for students from the elementary school level (elementary school) to PT (Higher Education). Internet is certainly making it easy for students to get all the information related to education (learning) such as the use of software (software) education such as courses in basic knowledge in reading, math, history, geography, etc. (e-learning) that can be accessed quickly and easy. But with the Internet can also poison the students to pornographic sites, violence and other negative things such as the addiction to online games, chat and other Internet facilities trigger a child to be lazy learning. Information technology are like the internet can be a companion to live with a coach as well as good, effective and efficient if human beings can understand the positive and negative impacts of these technologies. As students, we must consider our needs for technology, consider the merits of these technologies and continue to use ethics, also not forget to do too much so we are not addicted to technology.

Abstrak
            Perkembangan  zaman menjadikan perkembangan teknologi internet semakin maju. Internet (Inter-Network) merupakan jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia sehingga dapat dijadikan sarana berkomunikasi dan saling bertukar informasi. Dengan demikian teknologi internet ini sangat berpengaruh  dalam kehidupan masyarakat dunia dari berbagai Negara khusunya bagi para pelajar mulai dari tingkat SD (Sekolah Dasar) sampai PT (Perguruan Tinggi). Internet memang memudahkan para pelajar mendapatkan segala informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan (pelajaran) seperti penggunaan perangkat lunak (software) pendidikan seperti program-program pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya (e-learning) yang dapat diakses dengan cepat dan mudah. Akan tetapi dengan internet juga dapat meracuni para pelajar dengan situs-situs pornografi, kekerasan, dan hal-hal negatif lainnya seperti kecanduan akan game online, chatting dan fasilitas internet lainnya memicu anak menjadi malas belajar. Teknologi informasi seperi internet ini dapat menjadi pendamping sekaligus pembimbing hidup dengan baik, efektif dan efisien jika manusia tersebut dapat memahami dampak positif dan negatif dari teknologi tersebut. Sebagai pelajar, kita harus mempertimbangkan kebutuhan kita terhadap teknologi, mempertimbangkan baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap menggunakan etika, juga tidak lupa jangan terlalu berlebihan agar kita tidak kecanduan dengan teknologi.

            Sejalan dengan berkembangnya zaman, perkembangan teknologi internet juga semakin maju. Dimana kita telah mengenal internet. Internet (Inter-Network) adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik) sehingga dapat dijadikan sarana berkomunikasi atau berbagi data. Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet. Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri ( bagaikan nomor telepon ) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer ( PC ) untuk menjadi pelanggan ataupun untuk mengakses internet.
            Internet adalah sebutan untuk sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, perorangan maupun situs-situs penting lainnya. Internet menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi dan sumber daya informasi untuk jutaan pemakai yang tersebar di seluruh dunia. Oleh sebab itulah internet sangat berpengaruh  dalam kehidupan masyarakat dunia dari berbagai Negara khusunya untuk  para pelajar mulai dari tingkat SD (Sekolah Dasar) sampai PT (Perguruan Tinggi).
            Teknologi informasi seperi internet ini dapat menjadi pendamping sekaligus pembimbing hidup dengan baik, efektif dan efisien jika manusia tersebut dapat memahami dampak positif dan negatif dari teknologi tersebut. Tentu saja, media internet diciptakan untuk membantu manusia. Segala kemudahan dan kemungkinan telah diketukkan ke pintu rumah manusia. Bukan sekedar tawaran yang maya, tapi nyata. Adakah kita hendak mengacuhkannya? Tak hendak membuka pintu dan tak hendak menawarkannya masuk ke dalam rumah informasi kita? Internet adalah media atau sarana yang tak mungkin diabaikan dalam peradaban manusia.  Peran media internet (tentu saja media komputer yang menjadi perangkat utamanya) semakin meningkat pesat dari saat ke saat. Maka diperkirakan mesin jenius ini akan menjadi kebutuhan dominan yang tak terlalaikan dalam kehidupan manusia pada masa-masa mendatang.    
Dampak Positif Dari Perkembangan Internet Bagi Para Pelajar
            Dampak positif dari perkembangan internet antara lain: a) Internet sebagai media komunikasi yang merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan sehingga setiap pengguna internet seperti para pelajar ini dapat saling berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari berbagai penjuru dunia. b) Internet sebagai media pertukaran data dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) sehingga para pengguna internet di seluruh dunia ini dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah. c) Internet sebagai media untuk mencari informasi atau data perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. d) Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga kita tahu apa saja yang terjadi. e) Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
            Diantara manfaat yang dapat diperoleh khususnya bagi para pelajar adalah penggunaan perangkat lunak (software) pendidikan seperti program-program pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya (e-learning). Tambahan pula, kini perangkat pendidikan ini juga diramu dengan unsur hiburan (entertaiment) yang sesuai dengan materi, sehingga lebih menarik. Manfaat lain yang bisa diperoleh pelajar yang masih kanak-kanak  lewat program aplikasi berbentuk games yang umumnya dirancang untuk tujuan permainan dan tidak secara khusus diberi muatan pendidikan tertentu. Beberapa aplikasi games dapat berupa petualangan, pengaturan strategi, simulasi. Sehingga berpeluang jadi developer game dan memiliki daya imajinasi yang tinggi.
Dampak Negatif Dari Perkembangan Internet Bagi Para Pelajar
            Dampak negatif dari perkembangan internet antara lain: a) Adanya  anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah karena dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. b) Penipuan hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. c) Bisa membuat seseorang kecanduan terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. Jadi internet tergantung pada pemakainya bagaimana cara mereka dalam menggunakan teknologi itu, namun semestinya harus ada batasan-batasan dan norma-norma yang harus mereka pegang teguh walaupun bersentuhan dengan internet atau di dalam dunia maya.
            Kecenderungan munculnya kecanduan pelajar dari tingkat SLTP sampai PT (Perguruan Tinggi) akan internet, yang mengakibatkan mereka lupa waktu. Kecanduan akan game online, chatting dan fasilitas internet lainnya memicu anak menjadi malas belajar (minat belajar berkurang) atau pun enggan melakukan aktivitas sosial lainnya. Melalui internet-lah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain “dijajakan” secara terbuka dan tanpa penghalang. Hal ini bisa mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku para pelajar tersebut. Remaja (pelajar) memang orang yang kental dengan budaya latah terutama terhadap perkembangan teknologi, termasuk internet. Padahal, internet tidak sepenuhnya menginjeksikan ke tubuh para remaja. Tapi juga, sangat cepat menjalari darah mereka dengan hal-hal yang mengandung racun. Bukan rahasia lagi, jika layanan teknologi informasi (termasuk internet) tentang dunia kekerasan, kriminalitas, dan tentu saja pornografi sangat mudah diperoleh dan mudah pula melekat di benak anak-anak pancaroba, untuk seterusnya ditiru dan digugu. Simpulannya, internet tidak hanya mengucurkan hal-hal yang positif untuk pertumbuhan dan perkembangan remaja. Akan tetapi  juga dapat mengguyurkan hal-hal yang negatif. Maka tidak heran apabila ada sebuah pertanyaan yang selalu muncul dalam benak setiap orang tentang pengaruh internet bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja (pelajar), baik hal – hal yang positif maupun negatif.
            Internet memang memudahkan para pelajar mendapatkan segala informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan (pelajaran). Akan tetapi pada internet juga terdapat liang raksasa, bagai rahang yang akan mengunyah para pelajar dengan situs-situs pornografi, kekerasan, dan hal-hal negatif lainnya. Setiap saat, situs-situs semacam itu selalu setia menghasut, lantas memurukkan mereka ke nganga dosa. Meskipun dalam diri mereka terjadi tarik menarik yang dahsyat antara kepentingan yang baik (positif) dengan buruk (negatif). Namun pada akhirnya, kekuatan negatif cenderung lebih bertaring untuk mencengkram cara berpikir dan berprilaku para remaja tersebut. Maka untuk menghempangnya (paling tidak untuk meminimalisirnya), usaha untuk memaksimalkan manfaat internet sebagai media pendidikan harus lebih militan dan intensif dilakukan. Beberapa  pusat pendidikan termasuk sekolah lanjutan tingkat atas sampai perguruan tinggi saat ini begitu serius memaksimalkan pengadaan fasilitas internet di sekolah dan kampus masing-masing untuk meningkat mutu pendidikan. Dari beberapa sekolah dan universitas sudah ada yang membuka website untuk memberikan kemudahan bagi khalayak untuk mengakses informasi tentang sekolah dan universitas yang bersangkutan. Dengan demikian perlu dipikirkan  sebuah solusi atau jawaban dari ketakutan kita terhadap ekses negatif internet bagi remaja (pelajar) sehingga diharapkan internet ini memang sebagai media yang memberikan banyak manfaat kepada para penggunanya khususnya bagi para pelajar.
            Metoda pemecahan masalah dan solusi dalam mengatasi dampak negatif internet dalam pendidikan agar penggunaan internet dalam pendidikan lebih optimal dan di jalankan dengan baik dan benar. Ada  beberapa metoda pemecahan masalah agar dampak negatif dari internet dapat tertanggulangi adalah sebagai berikut :
a. Mempertimbangkan pemakaian internet dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan internet. Analisis untung ruginya pemakaian harus diperhatikan.
b.  Tidak menjadikan internet sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya kita tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.
c. Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam ber-internet dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika.
d. Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia di dunia maya.

            Jadi, solusinya adalah kita jangan sampai mengatakan tidak pada teknologi (say no to technology) karena jika kita berbuat demikian, maka kita akan ketinggalan banyak informasi yang sekarang ini informasi-informasi tersebut paling banyak ada di internet. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan kita terhadap teknologi, mempertimbangkan baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap menggunakan etika, juga tidak lupa jangan terlalu berlebihan agar kita tidak kecanduan dengan teknologi.

Daftar Pustaka
Eti Rochaety, dkk. 2005. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Harina Yuhetty dan Hardjito. 2004. Edukasi Net Pembelajaran Berbasis Internet : Tantangan Dan Peluangnya . Jakarta : Universitas Negeri Jakarta Press.
Oetomo, B.S.D. 2002. e-Education Konsep, Teknologi dan Aplikasi Internet Pendidikan, Yogyakarta : Penerbit Andi.
http://duniabaca.com  diakses tanggal 29 Desember  2010


MENULIS ARTIKEL ILMIAH : JUDUL, ABSTRAK, DAN KATA KUNCI


Penulisan artikel ilmiah merupakan jembatan antara peneliti dengan pembaca, penulisannya membutuhkan teknik khusus. Penulis artikel dituntut untuk dapat menulis dengan gaya bahasa sendiri. Artikel ilmiah juga suatu bentuk kontribusi keilmuan pada kemajuan iptek, dan dapat dipandang sebagai sarana promosi diri seorang ilmuwan. Secara universal penulisan artikel ilmiah sudah dimapankan mengikuti aturan yang ada. Hal ini adalah untuk memudahkan komunikasi antar ilmuwan. Untuk menjamin efektifitas transformasi ilmiah maka suatu artikel ilmiah harus memenuhi tiga unsur, logika ilmu yang tepat, bahasa yang jelas, lugas dan komunikatif, serta sesuai dengan aturan jurnal yang akan memuat artikel tersebut.
Seorang penulis perlu taat mengikuti konvensi dari masing-masing bidang ilmu yang ditekuninya dengan berpedoman pada jurnal ilmiahnya. Masing-masing jurnal mempunyai gaya selingkung sendiri yang dapat diikuti pada petunjuk penulisan bagi yang ingin menerbitkan karya ilmiahnya

Penulisan Judul
Judul merupakan bagian pertama dari suatu artikel yang dibaca, sebelum membaca keseluruhan isi artikelnya. Suatu judul artikel ilmiah yang baik, selain harus bersifat khas untuk dapat meningkatkan daya tarik pembaca juga harus singkat dan mampu menggambarkan keseluruhan isi artikel (deskriptif) dan informatif. Beberapa penerbit menyarankan suatu judul tidak lebih dari 12 kata dalam bahasa Indonesia dan 10 kata dalam bahasa Inggris. Judul yang singkat jelas dan mudah dimengerti, bukan sesuatu yang mudah dibuat, dan judul perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Beberapa judul artikel pada suatu jurnal ilmiah, seringkali ditemukan terlalu singkat, hal ini menyebabkan judul tersebut menjadi kurang dapat menggambarkan isi artikel, sedangkan judul yang terlalu panjang seringkali mengaburkan makna isi artikel, apalagi bila terdapat kata-kata yang mempunyai kesan umum seperti penelaahan, studi, pengaruh dan lain-lain. Untuk menghindari judul yang terlalu panjang dengan tetap mempertahankan kejelasan makna judul, maka sebaiknya dibuatkan sub-judul. Hindari penggunaan singkatan pada judul dan tidak lagi ada penambahan nama latin yang bersifat umum.
Disarankan dalam penulisan judul untuk menonjolkan kata kunci, menempatkan kata kunci yang paling penting dan khas dalam judul artikel ilmiah tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pelayanan penelusuran pustaka (literature scanning service) yang seringkali menggunakan “sistem kata kunci” (key word system). Penempatan kata kunci pada judul memberikan dua keuntungan bagi penulis. Pertama, judul seperti itu merupakan judul yang paling deskriptif, ini sangat membantu pembaca untuk mendapatkan gambaran isi artikel juga dapat merangsang pembaca menjadi pembaca aktif. Judul yang mencantumkan kata kunci, memungkinkan suatu artikel dikelompokan dalam klasifikasi yang benar oleh pelayanan penelusuran pustaka, tentunya akan sangat membantu ilmuwan lain dalam penelusuran literatur secara cepat dan tepat.

Penulisan Abstrak
Abstrak merupakan suatu ringkasan yang lengkap dan menjelaskan keseluruhan isi artikel ilmiah. Abstrak umumnya disajikan dalam satu paragraf dan disarankan tidak lebih dari 200 kata (beberapa jurnal mengijinkan sampai 400 kata). Abstrak ditempatkan pada bagian awal artikel ilmiah. Penulisan abstrak yang baik perlu dipertimbangkan mengingat bagian ini merupakan bagian artikel yang dibaca setelah judul. Sangatlah beralasan, dibaca tidaknya suatu artikel ilmiah tergantung pada kesan yang diperoleh pembaca saat membaca abstraknya. Bagian artikel yang paling sulit dikerjakan adalah abstrak. Abstrak dalam bahasa Inggris merupakan satu kemutlakan yang harus ada (persyaratan dalam akreditasi jurnal ilmiah).
Abstrak harus bersifat informatif dan deskriptif, artinya setiap informasi yang terkandung pada abstrak tersebut harus berdasarkan fakta. Dengan kata lain, sangat tidak diperkenankan untuk mencantumkan informasi yang tidak ada faktanya yang jelas dalam isi artikel pada suatu abstrak. Abstrak yang baik harus mengandung empat unsur: argumentasi logis perlunya dilakukan observasi atau penelitian untuk memecahkan masalah, pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah (metode), hasil yang dicapai dalam penelitian serta kesimpulan yang diperoleh. Setiap unsur hendaknya diungkapkan dalam kalimat yang singkat dan jelas, dengan demikian keseluruhan abstrak menjadi tidak terlalu panjang.
Abstrak tidak boleh mengandung pustaka dan penunjukkan gambar atau tabel. Data dalam abstrak, hendaknya disajikan secara tepat sehingga pembaca tidak perlu mengacu pada ilustrasi yang disajikan di dalam teks. Dengan alasan yang sama, sebaiknya dihindari penggunaan singkatan pada abstrak. Penyajian abstrak dengan cara seperti ini menjadi sangat penting, bila diinginkan suatu artikel ilmiah dibaca secara luas.

Penulisan Kata Kunci
Kata kunci adalah kata-kata yang mengandung konsep pokok yang dibahas dalam artikel. Kata kunci dapat diambil dari thesaurus bidang ilmu masing-masing. Pilihlah kata kunci yang paling baik yang dapat mewakili topik yang dibahas dalam artikel tersebut. Kata kunci walaupun sangat sederhana penting dalam pengindeksan artikel serta dapat membantu keteraksesan suatu tulisan kepembaca melalui pemindaian komputer di internet. Bila seseorang ingin mencari suatu artikel dengan membaca kata kunci maka salah satu kata kunci yang anda tuliskan dapat membuka artikel tersebut. Jumlah kata kunci bervariasi dari 3 sampai 6 kata dan cara pengurutannya dari yang spesifik ke yang umum dan ditulis dalam satu baris. Kata kunci ditempatkan sesudah abstrak.

(Sumber : ASTIANA SASTIONO, disampaikan dalam "Pelatihan penulisan Artikel Ilmiah", Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, 2008)

Jumat, 23 Desember 2011

BIOKIMIA ENZIM

Enzim berasal dari kata EN-ZYME yang berarti dalam ragi. Dihubungkan dengan aktivitas enzim dalam ragi, misalnya pada pembuatan tape ketan atau ketela dengan menggunakan ragi roti. Enzim merupakan suatu biokatalis, artinya suatu katalisator yang disintesis oleh organisme hidup. Secara structural enzim adalah protein, sehingga sifat-sifat protein dimiliki oleh enzim, seperti termolabil, rusak oleh logam berat (Ag,Pb,Hg), terganggu oleh perubahan pH.
Aktivitas enzim umumnya bersifat spesifik. Nomenklatur yang mula-mula digunakan sangat sederhana, yaitu dengan mencantumkan akhiran ase pada nama substrat di mana enzim itu bekerja. Misalnya proteinase : yaitu enzim yang bekerja pada protein, lipase : enzim yang bekerja pada lipid, dsb. Ada pula yang mencantumkan akhiran ase pada jenis reaksinya, missal oksidase yaitu enzim yang bereaksi secara oksidasi, reduktase yaitu enzim yang bereaksi secara reduksi. Namun kesemuanya masih memberikan kesimpangsiuran atau kurangtepatnya nomenklatur enzim; sehingga IUB (International Union of Biochemistry) menganut satu aturan kode dengan cara membagi enzim kedalam enam kelas, yaitu :
1. Oksidoreduktase :
Enzim yang mengkatalisis reaksi oksidasi-reduksi antara dua substrat
Ex : katalase (1.11.1.6 Enzim yang bekerja pada H2O2 : disebut H2O2 Oksidoreduktase)
1.1 bekerja pd gugus C-OH
1.4 bekerja pd gugus CH-NH2
1.9 bekerja pd gugus Hem
1.11 bekerja pd gugus H2O2
2. Transferase :
Mengkatalisis pemindahan gugus (selain H) antara sepasang substrat.
Ex : heksokinase (2.7.1.1 Pemindah gugus yang mengandung fosfat, misal ATP : D-heksosa-6 fosfo tranferase)
2.3 pemindah gugus asil trnsfr\
2.7 pemindah gugus fosfat
3. Hidrolase :
Mengkatalisis hidrolisis ikatan ester, eter, peptida, glikosil, anhidrida asam, c-c, c-halida, P-N.
Ex : pseudokolin esterase (3.1.1.8 asilkolin asilhidrolase)
4. Liase :
Mengkatalisis pemindahan gugus dari substrat, meninggalkan ikatan rangkap.
Ex : fumarase (4.2.1.2 L-malat-hidro-liase)
L-malat = fumarat + H2O
5. Isomerase :
Ex : triosafosfat isomerase
5.3.1.1 D-gliseraldehida-3 fosfat keto isomerase
6. Ligase :
Mengkatalisis penggabungan 2 senyawa diikuti oleh pemecahan ikatan piropospat dalam ATP atau senyawa yang sejenis.
Ex : glutamin sintase
6.3.1.2 L-glutamat : amonia ligase (ADP)
ATP – L-glutamat + NH43+ = ADP + ortofosfat — L glutamin
Keterangan :
• Digit I menunjukkan kelas; Digit II menunjukkan sub kelas; Digit III menunjukkan sub sub kelas; Digit terakhir menunjukkan nama Enzim.
KOFAKTOR
Sejumlah besar enzim membutuhkan suatu komponen lain untuk dapat berfungsi sebagai katalis. Komponen ini secara umum disebut kofaktor. Kofaktor dapat dibagi lagi dalam tiga kelompok, yaitu :
a. gugus prostetik
b. koenzim
c. activator (ion-ion logam yang dapat atau mudah terlepas dari enzim)
a. GUGUS PROSTETIK
Adalah kelompok kofaktor yang terikat pada enzim, dan tidak mudah lepas dari enzimnya, Contoh : Flavin Adenin Dinukleotida (FAD) adalah gugus prostetik dari enzim suksinat dehidrogenase
b.KOENZIM
1. Merupakan senyawa organik dengan berat molekul kecil; non protein
2. Stabil terhadap panas
3. Banyak diperlukan untuk aktivitas Enzim kecuali Enzim pencernaan (reaksi hidrolitik)
4. Terikat pada Enzim ada yang secara kovalen (prostetik) kebanyakan non kovalen
5. Dianggap sebagai substrat ke-2 :
Contoh : NAD,NADP,ATP,tiamin pirofosfat
- Pada reaksi Oksidasi – reduksi
Laktat + NAD+ —– piruvat + NADH+ + H+
(ko-substrat)
- berfungsi sebagai reagen pemindah gugus
Ex : D-G + A = A-G + D
Gugus fungsional G dipindah dari molekul D-G, ke molekul penerima A; melibatkan koEnzim;
D-G Co-E A-G
D Co-E-G A
Ex : transaminasi
Klasifikasi koenzim
1. Pemindah gugus H
NAD+ , NADP+, FMN, FAD As. Lipoat, co-Enzim Q
—- kebanyakan derivat vit. B dan adenosin monopospat.
2. Pemindah gugus selain H
 Gula phosphat
 CoA.SH
 KoEnzim folat
 KoEnzim kobomida (vit. B12)
 As. Lipoat
 Thiamin piropospat
 Piridoksal pospat
 Biotin
c. AKTIVATOR
Adalah ion-ion logam yang dapat terikat atau mudah terlepas dari enzim. Contoh K+, Mg++,Mn++, Cu++ atau Zn++
ISOZIM
 Enzim dengan sifat-sifat kimia dan fisika yang berbeda tetapi mempunyai aktivitas katalitik yang sama
 Contoh Isozim : laktat dehidrogenase (mengubah asam keto piruvat menjadi asam laktat)
• Proporsinya berubah secara bermakna dalam keadaan patologik
• Berbeda pada struktur kuartener
• Molekul oligomer terdiri dari 4 protomer dari 2 jenis, H dan M
• Molekul tetrametrik memiliki aktivitas katalitik
• Kemungkinan bentuk/urutan isomer :
HHHH ——- I1
HHHM ——- I2
HHMM ——- I3
HMMM —— I4
MMMM —— I5
ENZIM DALAM DIAGNOSIS KLINIK
* Enzim plasma fungsional :
Ex : lipoprotein lipase, pseudokolin esterase pro Enzim pembekuan dan pemecahan darah
Umumnya disintesis dalam hati; konsentrasi darah, sama atau sudah lebih tinggi dari jaringan
* Enzim plasma non fungsional :
– tidak melakukan fungsi fisioliogik yang dikenal
- substratnya sering tidak terdapat dalam plasma
- kadarnya jauh lebih rendah dari jaringan sehingga dapat membantu diagnostik dan prognostik klinik yang berharga
- berasal dari destruksi eritrosit, leukosit dan sel-sel lain
Penentuan aktivitas Enzim untuk bukti diagnostik :
1. Lipase :
kadar rendah — penyakit hati, def. Vit. A, DM
kadar tinggi — karsinoma pankreas dan pankreatitis akut
2. Amilase :
rendah – penyakit kati
tinggi – obstruksi usus tinggi, parotitis, diabetes, pankreatitis akut
3. Tripsin :
tinggi – penyakit pankreatitis akut (lebih sensitif)
4. Kolin esterase :
rendah — penyakit hati, malnutrisi, infeksi akut, anemia
tinggi — sindroma nefritik
5. Alkalin fosfatase :
tinggi – rakhitis, hiper paratiroidism, sarkoma osteoblastik, ikterus obstruksi,
karsinoma metastatik
6. Fosfatase asam :
tinggi – karsinoma metastatik prostat
7. Trans aminase :
GOT : Glutamic oxaloacetate trans aminase
GPT : Glutamic piruvic trans aminase
Perkiraan GOT — infark miokard
GPT & GOT tinggi — penyakit hati akut
8. Laktat dehidrogenase (LDH) :
tinggi —- infark miokard (dalam 24 jam)
rendah —- leukimia
9. Isosim LDH :
Pengukuran polo isosim
10. Isositrat dehidrogenase (ICD) :
Untuk diagnosis penyakit hati
11. Kreatin fosfokinase :
Untuk diagnosis gangguan otot rangka dan jantung
12. Seruloplasmin :
tinggi —- sirosis, hepatitis, kehamilan
rendah —- penyakit wilson
Reaksi Enzimatis
Reaksi enzimatis dapat digambarkan sebagai berikut
Reaksi : E + S = ES E + P
E = enzim S = substrat ES = kompleks enzim-substrat P = produk
Mekanisme reaksi enzim-enzim ini dapat digambarkan dengan menggunakan :
1. Model Fischer (model kaku)
2. Model Koschland (model konformasi,model fleksibel)
Model Fischer
Model Koschland
Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi enzimatis
1. Suhu
- kecepatan reaksi naik jika suhu naik; energi kinetik naik
- Q10 = koefisien temperatur
Ex : Q10 = 2 artinya kecepatan reaksi naik 2x dengan peningkatan suhu 10oC dan
kecepatan menjadi 1/2 dengan penurunan 10oC (pada kontraksi otot
jantung)
2. pH
- umumnya aktivitas Enzim optimum pada pH : 5.0 – 9.0
Reaksi
Enz- + SH+ —– EnzSH —– P + Enz
Pada pH rendah, Enz kehilangan muatan -
Enz- + H+ —– EnzH
Pada pH tinggi, SH mengionisasi
SH+ ——- S + H+
3. Substrat
E
S ——– P
Ditinjau kerja enzim pada substrat tunggal. Kadar substrat dinaikkan, kecepatan reaksi enzim meningkat bila kadar substrat terus dinaikkan, pada kadar substrat tertentu dicapai kecepatan reaksi enzim yang maksimal (Vmaks). Setelah Vmaks dicapai, penambahan substrat tidak lagi meningkatkan kecepatan reaksi enzim.
Km : konstante michaelis
- Adalah konsentrasi substrat yang mempunyai kecepatan reaksi 1/2 dari V maks
- rumus persamaan Michaelis. Menten
Vmaks (S)
V1 = —————
Km + (S)
A. Jika [S] sangat kecil dibanding Km (titik A). penambahan (S) ke Km pada bagian penyebut sangat sedikit berubah, karena Vmaks dan Km konstan, dapat ditulis dengan K
Vmaks (S) Vmaks(S)
V1 = ————— = ————— = K(S)
Km+(S) Km
Sehingga jika (S) sangat kecil untuk menghasilkan Km, kecepatan V1 tergantung
pada (S)
B. Jika [S] jauh lebih besar dari Km. Penambahan Km ke (S) pada penyebut, sangat sedikit berubah. Km dapat dihilangkan.
Vmaks (S) Vmaks(S)
V1 = ————– = ————— = Vmaks
Km+(S) (S)
Jadi kecepatan = Vmaks = maksimal
C. Jika (S) = Km
Vmaks(S) Vmaks(S) Vmaks(S) Vmaks
V1 = ———— = ————- = ———— = ————
Km+(S) (S) + (S) 2(S) 2
Jadi V1 = ½ Vmaks
Penentuan Km dan Vmaks menggunakan bentuk linier dengan persamaan Michaelis-Menten
Vmaks (S)
V1 = ————-
Km + (S)
Dibalik
1 Km + (S)
—– = —————
V1 Vmaks (S)
1 Km 1 (S)
—- = ——— . ——- + ————-
Vi Vmaks (S) Vmaks (S)
1 Km 1 1
—- = ——— . ——- + ———-
Vi Vmaks (S) Vmaks
Persamaan garis lurus
1 Km 1
Y = —— ; a = ———- ; b = ———
Vi Vmaks Vmaks
Km dapat ditentukan dengan :
1. plot line weaver – Burk (grafik )
2. cara Eadie dan Hofster
Vi 1 Vmaks
—- = – Vi . —— + ———
(S) Km Km
Vi Vmaks
Y = ——- , titik potong pada Y = ——–
(S) Km
X = Vi , titik potong pada X = Vmaks
Kemiringan = – 1/Km
4. Inhibitor
Berdasarkan daya kerjanya, maka dibedakan 2 macam inhibitor
a. inhibitor kompetitif
b. inhibitor non kompetitif
a. inhibitor kompetitif atau analog substrat
- mempunyai bentuk molekul yang mirip substrat
- misal : malonat(I) dgn suksinat (S) thd suksinat dehidrogenase
suksinat dpt dihidrolisis menjadi fumarat, malonat tdk dapat.
- terjadi pada daerah katalitik; struktur mirip dengan substrat
- sifat : reversibel
- kerja inhibitor
EnzI (inactive) —— Enz + PEnz
Enz
EnzS (active) —— Enz + P
 inhibitor non kompetitif reversibel
- tidak ada persaingan antara S dan I
- menurunkan Vmaks, tetapi tidak mempengaruhi Km
- terbentuk komplek EnzS dan EnzIS
- sifat : irreversibel
EnzI
Enz EnzIS —– Enz + P
EnS
Enz + P
Inhibitor irreversibel
- Racun Enzim seperti : yodoasetamid
Ion logam berat (Ag+, Hg+)
Oxidant dsb
Dapat mengurangi aktivitas Enzim
– tidak terdapat persamaan struktur dengan S, sehingga peningkatan (S) , umumnya
tidak menghilangkan penghambatan ini
Pro enzymes atau zymogen
 enzym yang belum aktif (prekursor Enzim)
 ex : pro kimo tripsin (245-aminoase residu poli peptida)
 pengaktifan pro kimo tripsin menjadi -kimo tripsin melibatkan 3 tempat proteolitik dan pembentukan senyawa antara aktif yaitu -kimo tripsin
Peran ion logam
Ion logan berperan penting pada struktur dan katalisis protein.
Lebih dari 25 % seluruh Enzim mengikat kuat atau membutuhkan ion logam untuk aktifitasnya.
a. MetalloEnzim dan “Enzim diaktifkan logam”
MetalloEnzim adalah Enzim yang mgd sejumlah ion logam ttt, yang dipertahankan selama proses pemurnian.
“Enzim diaktifkan logam” yi, ENZIM yang tidak mengikat logam dg kuat.
b.Kompleks ternary Enzim-logam-substrat
Terdapat 4 bentuk mineral dalam struktur molekul enzim-substrat:
Enz-S-M M-Enz- S
Jembatan substrat kompleks jembatan-Enzim
M
Enz-M-S S
Enz
Kompleks jembatan kompleks jembatan
logam sederhana logam siklik
Keempat bentuk mungkin untuk Enzim diaktifkan logam. Metalo Enzim tidak mampu membentuk En-S-M
Kompleks jembatan-Enzim (M-Enz-S) :
 logam turut berperan mempertahankan konformasi aktif atau membentuk jembatan logam dengan substrat
PENGATURAN AKTIVITAS ENZIM
Pengaturan aktivitas enzim dilakukan melalui beberapa cara
1. Pembentukan proenzim
2. Pengaturan allosterik
3. Inhibisi umpan balik
4. Modifikasi kovalen
TURN OVER ENZIM (pergantian enzim)
Merupakan pergantian yang lama dengan yang baru, jadi berhubungan dengan sintesis dan degradasi enzim. .Jadi enzim dalam keadaan yang dinamis, berarti yang lama akan selalu diganti yang baru.
 degradasi Enzim melibatkan proses proteolitik yang dikatalisis oleh Enzim lain
 kemampuan Enzim untuk degradasi proteolitik tergantung pada konformasi. Konformasi dipengaruhi oleh : substrat, koEnzim dan ion logam
Sintesis Enzim ditekan oleh :
 Produk akhir : molekul kecil seperti purin or asam amino
Misal : adanya histidin dalam medium Salmonella typhimurium menekan sintesis
semua Enzim yang mengikat biosintesis histidin.
Sebaliknya bila histidin dihilangkan sintesis Enzim normal
 Katabolit : senyawa antara dalam rangkaian reaksi yang diikat Enzim katabolik
perubahan pro Enzim menjadi Enzim :
oleh Enzim proteolitik atau ion H+
Mengapa Enzim tertentu di sekresi dalam bentuk tidak aktif ?
• diperlukan tidak setiap waktu (intermitent)
ex : Enzim untuk pembentukan dan pemecahan bekuan darah
pada proses pencernaan : waktu-waktu tertentu dan teratur dapat diprediksi
• melindungi jaringan asal (tempat penyimpanannya) dari autodigesti


sumber 
http://brantas1984.wordpress.com/2009/05/02/biokimia-enzim/